Local Pride Badak Lampung FC 2020

Local PrideBadak Lampung FC 2020
Hingga tanggal 20 Februari 2020, BLFC sudah merekrut 4 pemain asli Lampung untuk mengarungi Liga 2 2020. Antara lain Manda Cingi, Julian Mancini, Roni Rosadi, dan M. Reza Pratama. Jumlah ini tentu jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu ketika BLFC hanya memiliki Dalmiansyah Matutu sebagai pemain asli Lampung. Musim lalu, Menit bermain yang dimiliki oleh Matutu bisa dibilang sangat minim. Ia hanya bermain dalam 6 pertandingan dengan total menit bermain sebanyak 102 menit saja, plus ditambah 1 kartu kuning saat berhadapan dengan Bhayangkara FC. Bahkan dalam 6 pertandingan tersebut, posisi bermainnya sangat berbeda. Ia bermain sebagai bek sayap dan juga striker. Tahun ini, kontrak Matutu tidak diperpanjang oleh BLFC, dan posisinya sebagai pemain asli Lampung digantikan oleh Mancini, Manda, Roni, dan juga Reza. Menilik kedalaman skuad yang dimiliki oleh BLFC pada musim ini, rasanya tidak semua local pride BLFC akan mendapatkan jatah menit bermain yang cukup pada musim ini.
Muhammad Reza Pratama (30 Juli 1996)
Dari posisi kiper, Reza Pratama harus bersaing dengan pemain yang lebih senior yaitu Daryono dan Dikri Yusron. Seperti kita ketahui bersama, pada musim lalu Daryono merupakan salah satu pilihan utama bagi coach Jan Saragih dan juga Milan Petrovic, hanya saja seringkali bergantian dengan Yoewanto Stya Beny. Tentu cukup berat bagi Reza untuk menggeser posisi Daryono dibawah mistar gawang BLFC. Selama karirnya, sebenarnya Reza sempat masuk dalam bagian dari timnas U-16 pada tahun 2011 untuk Piala AFF dan AFC U-16. Ia juga tergabung dalam tim SAD U-17 Indonesia yang berangkat ke Uruguay. Ia juga pernah bermain di turnamen  Viareggio Cup di eropa bersama Pro Duta FC U-19, ia bermain 3x pada saat itu, bermain melawan Inter Milan U-19, KRC Genk U-19, dan Parma U-19. Pada turnamen tersebut, gawang Reza jebol 6x dalam 3 pertandingan. Reza juga pernah bermain di klub kasta kedua Liga Timor Leste, Atletico Ultramar. Namun setelah itu karirnya terbilang cukup stagnan, tidak ada statistik yang bisa dibilang istimewa selama membela tim senior di klubnya sebelum BLFC.
Roni Rosadi (24 Maret 1991)
Roni Rosadi, ia merupaka pemain asli Lampung yang pernah membela tim ‘legendaris’ Lampung FC di tahun 2013. Di jaman itu, magnet Lampung FC terasa begitu kuat bagi para penggiat sepakbola di wilayah Bandar Lampung, padahal saat itu Lampung FC hanya bermain di kasta kedua alias Divisi Utama LPIS. Walaupun tidak ada nama-nama besar, Lampung FC berhasil meraih Runner Up Divisi Utama LPIS 2013 usai tumbang di Final dari PS Sleman. Namun sayangnya, Lampung FC gagal promosi karena masalah dualisme kompetisi yang melanda sepakbola tanah air pada masa itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Roni selalu bermain di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, pada musim 2017 ia bermain untuk Persegres Gresik United dan menjalani 11 pertandingan bersama Persegres. Namun di akhir musim 2017 Persegres harus terdegradasi setelah hanya meraih 10 poin dalam 34 laga. 2018 ia bermain untuk Mitra Kukar, ia bermain dalam 15 Pertandingan, namun di akhir musim 2018 Mitra Kukar harus terdegradasi setelah hanya mampu finish di posisi 16. Di tahun 2019 kemarin, ia bermain untuk Semen Padang FC, sempat tidak bermain selama putaran pertama, di putaran kedua Roni bermain dalam 14 pertandingan, namun tim yang ia bela kembali terdegradasi di akhir musim. Di musim ini, bersama BLFC ia akan bersaing dengan pemain yang lebih muda, yaitu Syahrul Mustofa untuk berebut pos utama di bek kiri. Tampaknya ini akan menjadi persaingan yang menarik bagi keduanya, namun berdasarkan pengalaman yang lebih matang, rasanya Roni Rosadi akan mendapatkan menit bermain yang lebih banyak dibanding pesaing lain di sektor bek kiri.
Julian Mancini (17 Juli 1997)
Julian Mancini, striker muda ini sempat bermain untuk Lampung Sakti di musim 2017 dan 2018. di Liga 3 2018, ia menyumbangkan 2 gol untuk Lampung Sakti, dan ikut andil dalam membawa Lampung Sakti hingga babak 16 besar Liga 3 Nasional 2018. Namun sayang pada waktu itu Lampung Sakti harus kalah dari Bogor FC yang kala itu ditangani oleh Jan Saragih. Di awal 2019 lalu, ia sempat bermain di luar negri, ia bergabung dalam klub Assalam FC di Timor Leste. Namun tampaknya karirnya tidak berjalan mulus sehingga ia akhirnya kembali ke Indonesia. Tim terakhir yang dibela oleh Mancini adalah Karo United. Ia dikontrak saat Karo bermain di babak 32 besar Nasional Liga 3 2019. Namun pada akhirnya Karo United gagal promosi ke Liga 2 2020 setelah di babak 16 besar kalah melalui adu penalti dari Persidi Idi. Di posisi striker, ia akan bersaing dengan nama-nama tenar seperti Aldino, Ahmad Ihwan, dan juga Yongki Aribowo. Di atas kertas rasanya berat bagi Mancini untuk mendapatkan pos utama di posisi striker.
Manda Cingi (29 Mei 1993)
Manda Cingi, Manda merupakan kakak kandung dari Julian Mancini, namun untuk urusan karir sepakbola, tampaknya karir Manda berjalan lebih mulus dibanding adik kandungnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini bermain untuk Sriwijaya FC di musim 2017. Bersama Sriwijaya, ia bermain sebanyak 11x sepanjang Liga 1 2017. Musim lalu, Manda bermain untuk Semen Padang dan menjadi salah satu pemain inti di tim yang bermarkas di Stadion H. Agus Salim tersebut. Ia bermain dalam 25 pertandingan bersama tim Kabau Sirah. Di musim ini, ia akan berebut posisi dengan Akbar Tanjung dan juga Fajar Handika di posisi gelandang tengah. Di usia emasnya pada tahun ini, seharusnya Manda bisa mencapai level permainan terbaiknya dan menjadi salah satu andalan di lini tengah BLFC pada musim ini.
Tulisan ini dibuat pada 20 Februari 2020, hingga bursa transfer ditutup, masih ada kemungkinan BLFC akan mendatangkan beberapa pemain lagi, entah itu pemain lokal ataupun dari luar Lampung.

Leave a comment