Badak Lampung, Mengapa Harus 4 Kiper?

Oleh: Miftah Farid Luthfianto (@delfarid)

Liga 2 2020 baru berjalan 1 pekan, namun terpaksa harus dihentikan sementara karena wabah peyakit corona virus disease atau biasa disingkat COVID-19. Para pemain BLFC diberi waktu libur 1 minggu pasca bermain melawan PSKC Cimahi Minggu, 15 Maret yang lalu, dan akan kembali berlatih pada Senin tanggal 23 Maret 2020.

Disela-sela libur kompetisi ini, karena tidak ada bahasan tentang kompetisi yang sedang terhenti, maka saya memilih untuk menulis artikel yang membahas tentang posisi kiper di dalam tim BLFC, mengingat saat ini BLFC memiliki 4 kiper yang semuanya berusia senior, atau diatas 20 tahun. Pada umumnya, setiap klub memiliki 3 kiper yang masuk dalam anggota tim senior. Mari kita ambil contoh klub-klub papan atas eropa yang mana selain tampil di liga dan piala domestik, mereka juga tampil di ajang kompetisi eropa, dan di setiap international break, beberapa pemainnya pasti akan dipanggil oleh tim nasional.

Kita ambil contoh Juventus di musim 2019/2020 ini, mereka memiliki 3 kiper senior yaitu Wojciech Szczesny sebagai kiper utama, Gianluigi Buffon sebagai pelapisnya, dan Carlo Pinsoglio sebagai kiper ketiga. Di beberapa kesempatan, Szczesny akan diistirahatkan dan posisinya akan digantikan oleh pemain veteran Gianluigi Buffon yang sudah berusia diatas 40 tahun. Sementara kiper ketiga mereka, Carlo Pinsoglio, hingga putaran kedua musim ini belum pernah bermain sama sekali, baik itu di Serie A, Coppa Italia, maupun UEFA Champions League. Contoh lain adalah Manchester United, mereka memiliki 3 kiper yaitu David De Gea (29 tahun) sebagai penjaga gawang utama, Sergio Romero (33) sebagai kiper kedua, dan Lee Grant (37) sebagai kiper ketiga. De Gea menjadi pilihan yang tidak tergantikan di Premier League, Sergio Romero mendapat jatah menit bermain di Piala FA dan Europa League, sedangkan Lee Grant musim ini baru sekali mendapatkan kesempatan bermain, yaitu di ajang Europa League dan ketika itu United tumbang 2-1 dari tim asal Kazakhstan, FC Astana

Di Indonesia, tim besar yang bermain di kompetisi asia seperti Bali United, mereka memiliki 4 kiper, namun kiper keempat mereka masih berusia 19 tahun, dan masih bisa bermain di kompetisi Liga 1 U-20, sementara tim lain yang bermain di kompetisi asia, PSM Makassar, mereka juga memiliki 4 kiper, namun sama seperti Bali United, kiper ke-4 mereka masih berusia dibawah 20 tahun, sehingga masih bisa bermain di kompetisi Liga 1 U-20. Contoh terakhir adalah Persija Jakarta, selama musim 2019 kemarin, mereka memiliki 3 kiper senior, Andritany Ardhyasa, Shahar Ginanjar, dan Adixi Lenzivio. Posisi kiper utama menjadi milik Andritany, dan jika Andritany mendapat panggilan dari Timnas, maka Shahar akan naik menjadi penjaga gawang utama. Sementara Adixi selama musim 2019 kemarin tidak memainkan 1 pertandingan pun. Artinya, Persija yang kiper utamanya adalah kiper Timnas saja hanya memainkan 2 kiper sepanjang musim Liga 1 2019 (34 laga).

Sekarang mari kita bahas kiper BLFC. Musim 2019 lalu, saat bermain di Liga 1 selama 34 pertandingan, BLFC memiliki 3 kiper. Daryono sebagai kiper utama, bermain sebanyak 20 pertandingan. Namun Daryono beberapa kali sempat absen karena mendapatkan panggilan tugas dari TNI AL. Ketika Daryono absen. Posisi kiper ditempati oleh kiper kedua, Yoewanto Setya Beny. Total Beny bermain dalam 12 pertandingan. Sedangkan posisi kiper ketiga ditempati oleh Dikri Yusron. Dikri hanya bermain dalam 2 pertandingan, yaitu pada matchday kedua ketika Daryono belum bergabung bersama BLFC, dan di matchday terakhir dalam laga yang sudah tidak menentukan lagi melawan Persebaya.

Di musim 2020 ini, Laskar Saburai memiliki 4 kiper yaitu Daryono (26 tahun) sebagai kiper utama, dan memiliki 3 lapis kiper cadangan yang dihuni oleh Dikri Yusron (25), Reza Pratama (23) dan Wahyudi (21). Ini menjadi cukup unik, mengingat dengan jumlah laga yang jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu, justru BLFC menambah pemain di posisi kiper hingga 4 pemain. Dengan total pertandingan di grup wilayah barat Liga 2 sebanyak 22 pertandingan saja (belum termasuk semi-final & final), perlukah BLFC memiliki 4 kiper?

Dikri-Wahyudi-Reza

Menurut hemat saya, apapun alasannya, memiliki 4 kiper untuk 22 pertandingan adalah pemborosan. Mungkin alasan paling masuk akal adalah karena Daryono akan beberapa kali absen karena mendapatkan panggilan dari TNI AL. Namun, saat Daryono absen, kiper kedua akan menggantikannya dalam starting XI dan kiper ketiga akan masuk dalam bench pemain. Sementara kiper keempat tetap tidak akan masuk dalam bench pemain cadangan, karena biasanya setiap klub hanya membawa 1 orang kiper pengganti dalam daftar susunan pemain.

Musim ini, posisi kiper utama bisa dipastikan menjadi milik Daryono. Seperti di pertandingan pertama melawan PSKC minggu (15/3) lalu, Daryono tampil dibawah mistar, sedangkan kiper cadangan di bench dihuni oleh Dikri Yusron. Sementara Wahyudi dan Reza Pratama menonton dari tribun. 3 kiper cadangan yang dimiliki oleh BLFC, semuanya memiliki menit bermain yang sangat sedikit di klub-klub sebelumnya. Berdasarkan data dari Transfermarkt, Dikri Yusron yang pada musim 2017 bermain untuk Sriwijaya FC, hanya bermain 2x dalam 1 musim, tahun 2018 bermain satu kali, dan 2019 bersama BLFC bermain sebanyak 2 pertandingan saja. Selain Dikri, kiper BLFC lainnya, Wahyudi, walaupun musim lalu meraih peringkat 3 Liga 2 bersama Persiraja, namun ia bukanlah pilihan utama di Persiraja. Terakhir ada Reza Pratama, sempat bermain untuk Madura United di Liga 1 2017, namun ia tidak bermain satu kali pun. Musim lalu, bersama Sulut United, di putaran pertama Liga 2 2019 ia juga tidak bermain sama sekali, sayangnya data liga 2 putaran kedua tidak bisa diakses di situs Transfermarkt. Ada satu nilai plus yang dimiliki oleh Reza, yang mungkin jadi pertimbangan BLFC untuk merekrutnya, yaitu Reza merupakan salah satu pemain asli Lampung.

Ada hal yang cukup sulit saya mengerti, ketika BLFC memiliki stok 4 kiper, sedangkan posisi Bek kanan murni hanya dihuni oleh Wiganda Pradika sendiri. Beberapa pemain seperti Andre Agustiar bisa diturunkan sebagai bek kanan, namun posisi naturalnya adalah seorang winger kanan.

Menarik untuk disimak perjalanan BLFC musim ini. Akankah keempat kiper BLFC bisa mencicipi masuk kedalam starting XI pilihan Rafael Berges?

Leave a comment