Preview BLFC vs Barito Putera: Duel 2 Tim Terluka

Kamis (05/07) besok, BLFC akan menjalani laga ke 7 nya di Shopee Liga 1 2019. Di 6 pertandingan sebelumnya, laskar saburai menelan 4 kekalahan, dan hanya meraih 2 kemenangan. Dari sisi produktivitas gol pun masih terbilang sangat minim, BLFC baru mencetak 3 gol dan sudah kebobolan sebanyak 12 gol.

Disisi lain, tim tamu Barito Putera pun datang dengan kondisi tim yang sedang under perform. Barito belum sekalipun merasakan kemenangan dari 5 laga yang sudah dijalani, bahkan Barito baru saja ditinggal sang pelatih Jacksen Tiago pasca rentetan hasil buruk diawal kompetisi.

Bagi BLFC, partai besok akan menjadi laga home ketiganya secara berturut-turut, setelah di 2 laga kandang sebelumnya anak asuh Jan Saragih selalu menelan kekalahan dan tanpa mencetak satu pun gol. Padahal, di 2 pertandingan sebelum BLFC bermain di kandang, Francisco Torres dan kolega berhasil meraih 2 kemenangan away atas Kalteng Putra dan Semen Padang.

Barito Putera datang ke Lampung dengan membawa misi meraih kemenangan perdana. Barito mengawali musim dengan buruk, setelah menahan imbang Persija Jakarta di pekan pertama, Barito berturut-turut tumbang dari Madura United, Bhayangkara FC, dan Kalteng Putra. Jacksen Tiago pun memilih mundur pasca mengalami kekalahan dari Kalteng Putra. posisinya digantikan oleh asisten pelatih Yuanda Helmi yang diangkat menjadi pelatih kepala. Dalam debutnya sebagai pelatih kepala, Yuanda Helmi berhasil membawa Barito Putera meraih 1 poin di laga away melawan PSIS Semarang.

Di posisi penjaga gawang, tampaknya posisi Daryono belum tergantikan sebagai benteng pertahanan terakhir BLFC, walaupun gawangnya jebol 3 kali di laga terakhir melawan Bali United. Dari 12 gol yang sudah tercipta ke gawang BLFC, 3 gol bersarang ke gawang Yoewanto Setya Beny (1 pertandingan), 4 gol ke gawang Dikri Yusron (1 pertandingan), serta 5 gol ke gawang Daryono dari 4 pertandingan.

Di sisi pertahanan BLFC, BLFC tidak bisa diperkuat bek Miftah Anwar Sani yang mendapatkan kartu merah di laga melawan Bali kemarin, posisinya kemungkinan diisi oleh Zainal Haq yang akan berduet dengan Kunihiro Yamashita di jantung pertahanan, ditemani Kurniawan Karman di posisi bek kanan serta Syahrul Mustofa di posisi bek kiri.

Lini tengah BLFC hampir selalu melakukan rotasi di setiap pertandingannya. Dari 6 pertandingan yang sudah dijalani, hanya M. Fahri yang posisinya belum tergantikan di lini tengah BLFC. Ia selalu masuk menjadi starter dalam setiap pertandingan, sementara teman duetnya sebagai central midfielder silih berganti antara Akbar Tanjung, atau Jefri Kurniawan. Namun di laga melawan Bali kemarin, duo lini tengah  BLFC tampak kalah kelas dari Stefano Lilipaly dan Brwa Nouri. Lini tengah Bali hampir tidak memberi ruang kepada pemain BLFC untuk menguasai bola.

Di sisi tengah Barito Putera, sebenarnya mereka memiliki gelandang-gelandang berkualitas seperti Evan Dimas, Paulo Sitanggang, serta Lucas Silva. Namun di awal musim 2019 ini, mereka masih tampak kurang padu dalam mengisi lini tengah Barito. Hal ini harus bisa dimanfaatkan oleh Fernandinho dkk untuk bisa meraih kemenangan perdana di kandang.

Di lini serang BLFC, Francisco Torres masih belum memiliki tandem sepadan untuk menggedor pertahanan lawan. Tanpa mengurangi rasa hormat, rasanya TA Mushafri sudah tidak cukup kuat untuk selalu mengisi starting line up BLFC, baik dari sisi daya tahan maupun insting mencetak gol. Usianya yang sudah menginjak 37 tahun tidak bisa berbohong, performanya membuktikan bahwa Mushafri yang sekarang bukanlah Mushafri 11 tahun lalu saat masih membela Persiba Balikpapan. Sementara sang topskor sementara BLFC, Abdul Rahman Lestaluhu bukanlah seorang striker murni, bahkan ia tidak dimainkan di laga terakhir menghadapi Bali.

Kabar baiknya, dua pemain Brazil lain, Marquinhos Vidal dan Fernandinho akan bisa kembali bermain bersama. Sejauh ini, Vidal sudah absen sekali saat melawat ke Padang, sedangkan Fernandinho absen di laga terakhir melawan Bali United.

Ini merupakan pertemuan kedua bagi kedua tim di tahun ini. Sebelumnya, di masa pre season, kedua tim sudah bertemu dalam laga uji coba di Yogyakarta, Barito unggul tipis 1-0 pada laga itu melalui gol dari Rafael Silva.

BLFC harus berbenah jika tetap ingin Stadion Sumpah Pemuda dipadati supporter. Dalam laga home melawan PSIS dan Bali United, jumlah penonton masing-masing mencapai lebih dari 9000 dan 12000 orang yang hadir di stadion. Jika rentetan hasil minor ini masih berlanjut, bukan tidak mungkin Stadion Sumpah Pemuda akan kehilangan magnetnya bagi para supporter.

(mfl)

Leave a comment