BLFC Siap Menjadi Tuan Rumah Grup Liga 2 2020

Menjelang kembali bergulirnya Liga 2 2020 yang rencananya akan dimulai pada Oktober mendatang, PSSI memiliki wacana untuk merubah format kompetisi Liga 2 2020. Dari yang semula full kompetisi 24 tim terbagi menjadi 2 wilayah (timur & barat) dan jatah promosi ke Liga 1 sebanyak 3 tim, saat ini rencananya akan diubah menjadi format home tournament dengan dibagi menjadi 4 grup, dan masing-masing grup diisi 6 tim, serta jatah promosi ke Liga 1 berubah hanya menjadi 2 tim saja.

Dalam format home tournament, maka dalam 1 grup hanya ada 1 klub yang ditunjuk menjadi tuan rumah untuk seluruh pertandingan yang ada di grup tersebut. Badak Lampung FC (BLFC) sebagai tim yang memiliki stadion dengan standar Liga 1 dan rumput yang sangat terawat, telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah grup jika memang format kompetisi resmi dirubah menjadi home tournament.

“Dari awal kita sudah mengajukan (menjadi tuan rumah) jika format kompetisi berubah menjadi home tournament.” Ucap manager BLFC, Dany Aulia. Ia juga menganggap bahwa Stadion Sumpah Pemuda merupakan salah satu Stadion yang paling layak dan terawat jika dibandingkan dengan Stadion klub-klub lain. “Karena kita merasa lapangan kita memang paling layak dan terawat. Bahkan mungkin jika dibandingkan lapangan klub Liga 1 pun, lapangan mereka belum tentu dirawat seperti lapangan kita”, tambahnya.

Namun, selain Stadion utama yang memang sudah siap untuk menjadi tuan rumah grup, ada hal lain yang mesti disiapkan oleh manajemen BLFC agar terpilih menjadi tuan rumah grup, yaitu Stadion alternatif dan juga lapangan latihan. “Saat ini yang perlu kita siapkan adalah lapangan alternatif dan lapangan latihan yang memenuhi standar jika ingin mencalonkan diri menjadi tuan rumah grup”, ujar Dany sekaligus menutup wawancara kami dengan Manager BLFC tersebut via Direct Message Instagram.

Jika kita melihat BLFC di tahun lalu, praktis BLFC tidak memiliki lapangan latihan yang ideal selain lapangan utama Stadion Sumpah Pemuda. Beberapa kali BLFC melakukan latihan fisik di lapangan futsal yang tentu saja tidak sesuai standar dari PSSI dan operator liga. Selain dari lapangan latihan yang harus disiapkan, BLFC juga memiliki hambatan dalam mencari stadion alternatif sesuai persyaratan dan standar PSSI dan operator liga. Musim lalu saja, saat area Stadion Sumpah Pemuda digunakan untuk salah satu event kebudayaan Lampung, pertandingan BLFC vs Persela terpaksa harus ditunda karena BLFC tidak bisa memakai Stadion Sumpah Pemuda, dan tidak ada alternatif stadion pengganti.

Jadi, cukup optimis kah kita untuk melihat BLFC bisa terpilih sebagai tuan rumah lanjutan Liga 2 2020?