Loyalitas Hanya Untuk Liga Teratas

Oleh: Remond Joey Paywala (@remondjoeyp)

Badak Lampung FC? dulu tim ini bernama Perseru, tim yang berasal dari kota Serui yang ada di pulau papua. Pada Liga 1 musim 2017 & 2018, tim ini bertahan di liga 1 dengan sedikit was-was akan terdegradasi. Nah, pahit getir tim ini dalam berjuang agar lolos dari jurang degradasi juga kelak menjadi gelora semangat untuk pecinta sepak bola di provinsi lampung. Mengapa demikian? ya, karena tim ini akan bermarkas di provinsi yang kita cintai ini. Artinya apa? masyarakat Lampung akan punya tim yang bermain di liga teratas republik kita. Bukan mimpi dan ini benar-benar terjadi, Lampung memiliki tim yang akan betanding melawan tim-tim elit lainnya di seluruh Indonesia.

Loyalitas Hanya Untuk Liga Teratas Perseru Serui di Liga 1 2018
Perseru Serui di Liga 1 2018

Mengutip perkataan guru besar fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Indonesia dalam bukunya yang berjudul Disruption, “Setiap perubahan akan mendapatkan penolakan dan juga pembelaan” kurang lebih begitu isi kalimat beliau. Perkataan ini cocok disematkan kepada tim yang baru berubah ini, yang juga tidak sedikit mendapat penolakan karena dibilang ‘instan’. Tapi banyak juga yang membela dengan argumen “bukankah ini hal yang lumrah dalam era industri sepakbola sekarang? banyak juga kan tim-tim di liga 1 ini yang melakukan merger? dan itu tidak salah” ujar ‘suporter’. Rasa optimisme dan kebanggaan terhadap tim mulai menggelora dalam sanubari pecinta sepak bola khususnya di provinsi Lampung.

BLFC di Liga 1 2019

Liga berjalan dan antusiasme masyarakat pecinta sepak bola khususnya Lampung agak berbeda jika dibandingkan dengan tim-tim yang ada sebelum Badak Lampung FC. Masyarakat yang datang ke stadion jauh lebih banyak apalagi saat big match seperti melawan Persija yang mana panpel mendapat sanksi karena jumlah penonton yang over load. Ini menandakan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pertandingan sepak bola sedikit banyaknya dipengaruhi oleh kualitas liga yang ada di negara tersebut. Bagaimana tidak, dengan keinginan yang sangat kuat untuk menyaksikan tim yang membawa nama daerahnya untuk berlaga di medan perang tertinggi yaitu liga 1 setelah sebelumnya belum ada tim lokal dari Lampung yang menembus liga teratas negeri ini. Jadi, cukup valid hal ini dalam mengkonfirmasi hipotesis diatas.

“Rambut saya dijambak, tangan saya ditelikung ke belakang dan kepala saya dipukuli,” ujar jimmy dalam kutipan tempo edisi 28 April 2004. Kejadian ini bukan terjadi di Lampung melainkan di Surabaya. Jimmy Napitupulu adalah wasit yang cukup dikenal oleh banyak pecinta sepak bola di negeri ini, ia berhasil mendapatkan lisensi FIFA pada 1 Januari 2002, prestasi yang luar biasa dimiliki oleh wasit asal Indonesia ini. Dalam kritik beliau setelah pensiun, di sebuah stasiun televisi adalah “Kebanyakan supporter di Indonesia ini datang ke stadion bukan untuk menyaksikan sepak bola” kira-kira begitulah kurang lebih kritik beliau. Kritik ini bukan tanpa alasan, cukup banyak juga kekerasan yang terjadi dalam setiap pertandingan sepak bola, yang mana ini bertentangan dengan prinsip-prinsip fair play yang selalu digaungkan FIFA saat kick off akan segera dimulai. Nah, tindakan yang bertentangan ini juga sering diatasnamakan keloyalan atau kecintaan yang sangat luar biasa terhadap tim yang didukung.

Kita belum sempat jauh membicarakan tindakan yang bertentangan itu, tim Badak Lampung FC ini sudah tumbang menuju liga 2 atau turun kasta dan tidak lagi berlaga di liga teratas. Sesuai hipotesis diatas apakah kecintaan terhadap tim ini hanya bertahan kalau berada di liga teratas saja? Hal ini bisa dijawab dengan berbagai faktor. Tapi, punya jawaban yang mencolok yaitu lihat saja antusiasme masyarakat pecinta sepak bola yang datang ke Stadion Sumpah Pemuda dan bandingkan. Karena sepak bola sekarang bukan hanya semata-mata hiburan rakyat, tapi juga sudah menjadi industri yang cukup menguntungkan. Maka dari itu, sinergi baik dari manajemen, suporter, masyarakat luas juga harus terlibat dalam kemajuan tim. Loyalitas juga tidak bisa hanya dilihat dari antusiasme masyarakat yang hadir, tapi juga didukung dengan keseriusan manajemen dalam tim mengelola seluruh elemen tadi. Ini adalah opini penuh saya, dan masih terlalu banyak kurang sana-sini, jadi kritik dan saran sangat menggembirakan bagi saya untuk kemajuan yang lebih baik lagi. Terima kasih.

Leave a comment